Kebudayaan Negara Malaysia

Malaysia adalah satu negara berbilang golongan yang hidup dalam kondisi damai dan aman. Tiga golongan yang penting di Malaysia adalah Melayu, Cina serta India. Melayu adalah golongan paling besar dengan membuat 54% dibanding masyarakat Malaysia. Melayu ialah satu golongan yang beragama Islam, berbahasa Melayu serta mengamalkan budaya Melayu. Golongan Melayu memiliki dampak yang penting dalam ajang politik di Malaysia. Cina juga sebagai wakil 25% dibanding masyarakat Malaysia serta tinggal di bandar-bandar besar di pantai barat semenanjung.

Umumnya golongan Cina beragama Buddha, Taoisme atau Kristian, berbahasa Mandarin, Hokkien, Hakka, Kantonis atau Teochew serta lebih menguasai dalam bagian ekonomi. India juga membuat 7.5% dibanding populasi. Kebanyakannya beragama Hindu, bertutur Tamil, Malayalam, serta Hindi. Diluar itu, ada golongan Sikh, Serani atau Eurasian serta golongan bumiputera lain. Bahasa Melayu adalah bahasa rasmi Malaysia, tapi Bahasa Inggeris dipakai dengan meluas Tas Oriflame Terbaru.

Muzik Malaysia merangkumi muzik tradisionil serta kontemporari yang dimainkan oleh rakyat Malaysia. Muzik tradisionil banyak dikuasai oleh budaya Cina, Islam, India serta Indonesia. Umumnya alat muzik terdiri dibanding gendang, seruling, gong dan lain-lain. Negara ini memiliki adat yang kuat dalam tarian, sesetengahnya berasal dibanding Thai, India, serta Portugis. Diluar itu, ada pula wayang kulit, silat, serta barangan kraf seperti batik, sulaman, serta barangan perak serta tembaga.

Seperti rakyatnya, makanan di Malaysia ialah berbagai, dari makanan berat seperti nasi lemak hinggalah yang mudah seperti kuih. Kerajaan Malaysia sudah ambil langkah mendeskripsikan Budaya Malaysia menerusi "Basic Kebudayaan Berkebangsaan 1971", yang memastikan apa yang dipandang budaya rasmi, mendasarkannya pada budaya Melayu serta mengintegrasikan dampak Islam. Bahasa yang benar-benar dikuasai ini; cuma teks Melayu yang dipandang seperti teks budaya rasmi. Kawalan kerajaan ke atas media ialah kuat, serta umumnya aliran media terkait dengan kerajaan dalam cara-cara.

Malaysia ialah warga berbilang etnik, berbagai budaya, serta berbagai bahasa, serta banyak kelompok etnik di Malaysia mengekalkan identiti kebudayaan yang berbeza. Warga Malaysia sudah dilukiskan jadi "Asia dalam miniatur". Budaya asli lokasi itu datang dari puak pribumi, dengan orang Melayu yang beralih kesana pada jaman purba. Dampak yang besar bentuk dari budaya Cina serta India, semenjak saat perdagangan dengan beberapa negara itu berawal di wilayah itu.

Budaya lain yang benar-benar memengaruhi Malaysia termasuklah Persia, Arab, serta Inggeris. Susunan kerajaan, bersama dengan kesetimbangan kuasa golongan yang dikarenakan oleh idea kontrak sosial, sudah mengakibatkan dikit stimulan untuk asimilasi budaya etnik minoriti di Tanah Melayu serta Malaysia. Kerajaan dengan sejarahnya membuat dikit perbezaan di antara "budaya Melayu" serta "budaya Malaysia" Parfum Oriflame Wanita.

Kerajaan Malaysia memastikan budaya Malaysia menerusi penerbitan "1971 Basic Kebudayaan Negara". Dia mentakrifkan tiga prinsip jadi garis tips untuk budaya Malaysia: bahawa dia berdasar pada kebudayaan orang asli; bahawa bila beberapa unsur dari budaya lain dipandang sesuai dengan serta munasabah, mereka mungkin dipandang budaya Malaysia; serta Islam bisa menjadi sebahagian dibanding budaya berkebangsaan.

Beberapa pertikaian budaya bentuk di antara Malaysia serta negara jiran Indonesia. Kedua-dua negara berkongsi warisan budaya yang sama, berkongsi banyak adat serta barangan. Walaupun begitu, konflik sudah muncul dibanding berbagai sajian dari masakan berkebangsaan ke lagu berkebangsaan Malaysia. Perasaan yang kuat berada di Indonesia mengenai membuat perlindungan warisan negara itu.

Kompetisi di antara kedua-dua negara berawal sewaktu Konfrontasi sejurus setelah kemerdekaan Malaysia, saat Indonesia serta Malaysia hampir berperang. Kemarahan bangunan semenjak itu ditambah lagi kejayaan ekonomi Malaysia berarti perasaan ini masih kuat di Indonesia ini hari. Kerajaan Malaysia serta kerajaan Indonesia sudah berjumpa untuk menurunkan beberapa kemelut yang muncul karena pertindihan dalam budaya. Perasaan tidak demikian kuat di Malaysia, dimana umumnya mengaku bahawa banyak nilai budaya dikongsi Parum Oriflame.

Satu pertikaian, yang dikenali jadi pro-kontra Pendet, berawal jika orang Indonesia menuntut Tari Pendet dipakai dalam kempen iklan pariwisata rasmi Malaysia, mengakibatkan protes rasmi. Tarian ini, dari Bali di Indonesia, cuma dipakai dalam iklan Discovery Kanal, bukan iklan yang ditaja oleh kerajaan Malaysia. Lagu, seperti Rasa Sayange sudah memunculkan pro-kontra sama. Lagu berkebangsaan Malaysia, Negaraku, dituduh didasarkan pada lagu Indonesia yang sama yang dicatat tahun kemarin. Kedua-dua lagu itu datang dari lagu Perancis era ke-19, yang mengakibatkan kesamaan.

Baca Juga:

 

Sumber : https://ms.wikipedia.org/wiki/Kebudayaan_Malaysia

Budaya Khas Masyarakat Indonesia

Budaya Indonesia ialah semua kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, atau kebudayaan asal asing yang sudah berada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945. Budaya Indonesia bukan sekedar meliputi budaya asli bumiputera, dan juga meliputi budaya-budaya pribumi yang mendapatkan dampak budaya Tionghoa, Arab, India, serta Eropa.

Kebudayaan nasional dalam pandangan Ki Hajar Dewantara ialah “puncak-puncak dari kebudayaan daerah”. Cuplikan pengakuan ini mengacu pada memahami kesatuan semakin dimantapkan, hingga ketunggalikaan semakin lebih dirasa dibanding kebhinekaan. Wujudnya berbentuk negara kesatuan, ekonomi nasional, hukum nasional, dan bahasa nasional.

Budaya Indonesia

Pengertian yang diberi oleh Koentjaraningrat bisa disaksikan dari peryataannya: “yang ciri khas serta berkualitas dari suku bangsa mana juga aslinya, asal dapat mengidentifikasikan diri serta memunculkan rasa bangga, itu kebudayaan nasional” Tender Care Oriflame.

Pengakuan ini mengacu pada puncak-puncak kebudayaan wilayah serta kebudayaan suku bangsa yang dapat memunculkan rasa bangga buat orang Indonesia bila dipertunjukkan untuk sebagai wakil jati diri bersamanya. Nunus Supriadi, “Kebudayaan Wilayah serta Kebudayaan Nasional”

Pengakuan yang tercantum pada GBHN itu adalah penjelasan dari UUD 1945 Klausal 32. Saat ini beberapa tokoh kebudayaan Indonesia sedang mempermasalahkan keberadaan kebudayaan wilayah serta kebudayaan nasional berkaitan dihapuskannya tiga kalimat keterangan pada klausal 32 serta timbulnya ayat yang baru. Mereka mempermasalahkan terdapatnya peluang perpecahan oleh kebudayaan wilayah bila batasan tentang kebudayaan nasional tidak diterangkan dengan jelas.

Sebelum di amendemen, UUD 1945 memakai dua arti untuk mengidentifikasi kebudayaan wilayah serta kebudayaan nasional. Kebudayaan bangsa, adalah kebudayaan-kebudayaan lama serta asli yang ada sebagi puncak-puncak di beberapa daerah di semua Indonesia, sedang kebudayaan nasional sendiri dimengerti jadi kebudayaan bangsa yang telah ada pada tempat yang mempunyai arti buat semua bangsa Indonesia.

Dalam kebudayaan nasional ada faktor pemersatu dari Bangsa Indonesia yang telah sadar serta alami persebaran dengan nasional. Di dalamnya ada faktor kebudayaan bangsa serta faktor kebudayaan asing, dan faktor kreasi baru atau hasil invensi nasional Produk Oriflame Menghilangkan Flek Hitam.

Upacara tradisi adalah satu bentuk adat yang berbentuk turun-temurun yang dikerjakan dengan teratur serta teratur menurut tradisi rutinitas warga berbentuk satu serangkaian kegiatan permintaan jadi pernyataan rasa terima kasih.

Diluar itu, upacara tradisi adalah perwujudan dari skema keyakinan warga yang memiliki nilai-nilai universal, berharga sakral, suci, religius, dikerjakan dengan turun-temurun dan jadi kekayaan kebudayaan nasional.

Beberapa unsur dalam upacara tradisi mencakup: tempat upacara, waktu penerapan, beberapa benda/perlengkapan serta aktor upacara yang mencakup pemimpin serta peserta upacara Harga Produk Oriflame.

Beberapa jenis upacara tradisi di Indonesia diantaranya: Upacara kelahiran, perkawinan, kematian, penguburan, pemujaan, penetapan kepala suku dan lain-lain.

Baca Juga:

 

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya_Indonesia

Sejarah Penemuan Televisi

Tv (TV) ialah satu media telekomunikasi populer yang berperan jadi penerima tayangan gambar bergerak dan suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) atau berwarna. Kata "tv" adalah kombinasi dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani serta visio ("pandangan") dari bahasa Latin, hingga tv bisa disimpulkan jadi “alat komunikasi jarak jauh yang memakai media visual/pandangan.”

Pemakaian kata "Tv" sendiri dapat mengacu pada "kotak tv", "acara tv", atau "transmisi tv". Penemuan tv disamakan dengan penemuan roda, sebab penemuan ini dapat merubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' dengan tidak resmi seringkali disebutkan dengan TV (dibaca: tivi, teve atau tipi.)

Kotak tv pertama-tama di jual dengan komersial semenjak tahun 1920-an, serta mulai sejak itu tv sudah jadi barang biasa di dalam rumah, kantor usaha, atau lembaga, terutamanya jadi sumber keperluan akan hiburan serta berita dan jadi media advertensi. Semenjak 1970-an, munculnya kaset video, cakram laser, DVD serta sekarang cakram Blu-ray, jadikan kotak tv jadi alat untuk lihat materi tayangan dan hasil rekaman. Dalam beberapa tahun paling akhir, tayangan tv sudah bisa dibuka lewat Internet, contohnya lewat iPlayer serta Hulu.

Meskipun ada bentuk tv lain seperti tv circuit tertutup, tapi type tv yang seringkali dipakai ialah tv penyiaran, yang dibikin berdasar skema penyiaran radio yang ditingkatkan seputar tahun 1920-an, memakai pemancar frekwensi radio memiliki kekuatan tinggi untuk pancarkan gelombang tv ke penerima gelombang tv.

Penyiaran TV umumnya disebarkan lewat gelombang radio VHF serta UHF dalam jalan frekwensi yang diputuskan di antara 54-890 megahertz. Sekarang gelombang TV juga pancarkan type suara stereo atau bunyi keliling di banyak negara. Sampai tahun 2000, tayangan TV dipancarkan berbentuk gelombang analog, tapi akhir-akhir ini perusahaan tayangan publik atau swasta sekarang berubah ke tehnologi penyiaran digital.

Satu kotak tv terbagi dalam berbagai macam circuit elektronik didalamnya, terhitung salah satunya circuit penerima serta penangkap gelombang penyiaran. Piranti penampilan visual yang tidak mempunyai piranti penerima signal umumnya dikatakan sebagai monitor, bukanlah tv. Satu skema tv bisa digunakan dalam beberapa pemakaian tehnologi seperti analog (PAL, NTSC, SECAM), digital (DVB, ATSC, ISDB dll.) atau pengertian tinggi (HDTV).

Skema tv sekarang dipakai untuk penilaian satu momen, pengontrolan proses industri, serta pengarahan senjata, khususnya untuk beberapa tempat yang umumnya begitu beresiko untuk diobservasi dengan cara langsung.

Baca: Sejarah Penemuan Radio

Riwayat Awal Penemuan Tv

Pada saat awal perubahannya, tv memakai kombinasi tehnologi optik, mekanik, serta elektronik untuk merekam, tampilkan, serta menyiarkan gambar visual. Bagaimana juga, di akhir 1920-an, skema pertelevisian yang cuma memakai tehnologi optik serta elektronik saja sudah ditingkatkan, dimana semua skema tv kekinian mengaplikasikan tehnologi ini. Meskipun skema mekanik pada akhirnya tidak dipakai, pengetahuan yang didapatkan dari peningkatan skema elektromekanis sangat penting dalam peningkatan skema tv elektronik penuh.

Gambar pertama yang sukses diantar dengan elektrik ialah lewat mesin faksimile mekanik simpel, (seperti pantelegraf) yang ditingkatkan di akhir era ke-19. Ide pengiriman gambar bergerak yang memakai daya elektrik pertama-tama di jabarkan pada 1878 jadi "teleponoskop" (ide kombinasi telephone serta gambar bergerak), tidak lama sesudah penemuan telephone. Saat itu, beberapa penulis fiksi ilmiah sudah memikirkan jika satu hari kelak sinar juga akan diantar lewat medium kabel, seperti dalam suara.

Inspirasi untuk memakai skema pemindaian gambar untuk kirim gambar pertama-tama dipraktikkan pada 1881 memakai pantelegraf, yakni memakai proses pemindaian pendulum. Sejak itu, beberapa tehnik pemindaian gambar sudah dipakai di hampir tiap tehnologi pengiriman gambar, terhitung tv. Berikut ide yang bernama "perasteran", yakni proses merubah gambar visual jadi arus gelombang elektrik

Elemen kotak tv

Pada umumnya langkah kerja kotak TV bermula dari antena yang terima input frekwensi radio (RF) berbentuk frekwensi VHF serta UHF yang kerjanya ditata oleh tuner serta pelacak gelombang, seterusnya signal diproses serta dipisah di antara gambar serta suara, sesaat gambar diproses oleh tabung katode serta dilanjutkan ke monitor, signal suara diolah untuk dipecah jadi stereo, untuk selanjutnya diumpan ke penguat akhir serta speaker.

Piranti output gambar tv sekarang memakai beberapa tehnologi penampil seperti CRT, LCD, Plasma, DLP, atau OLED. Sedang untuk terminal input penambahan buat perangkat keras lain, unit tv diperlengkapi dangan terminal input untuk DVD player, konsol permainan video serta alat pendengar personal. Terminal input lain yang sering didapati terhitung RCA, mini-DIN, HDMI, SCART, serta D-terminal.

Ada pula yang diperlengkapi input untuk perekaman suara serta gambar dari acara TV. Beberapa unit TV elegan diperlengkapi dengan port Ethernet untuk terima data dari Internet, seperti nilai saham, cuaca, atau berita. Semua unit TV yang dibuat semenjak awal 1980-an diperlengkapi dengan remote control inframerah untuk mengatur aliran tayangan, suara, kecerahan, kontras, warna, dan lain-lain.

Baca Juga: Sejarah Penemuan Sepeda Motor

Efek Tv Buat Anak

Semenjak akhir 1990-an, makin banyak orangtua yang meluluskan bayinya melihat tv bersamaan dengan makin bertambahnya produk DVD yang diiklankan bisa menolong perubahan bahasa serta kognitif bayi. Tetapi, tidak ada riset yang tunjukkan jika melihat tv semenjak umur awal bisa tingkatkan perubahan berbahasa anak. Sebaliknya, bukti ilmiah tunjukkan jika bayi yang melihat DVD seperti itu mempunyai potensi berbahasa yang lebih rendah.

Diluar itu, jika potensi anak kenal huruf serta angka diukur pada umur sekolah, anak yang melihat tv sebelum berumur 3 tahun mempunyai score yang lebih rendah dibanding anak yang tidak melihat tv sebelum berumur 3 tahun. Demikian juga, makin banyak anak melihat tv sebelum umur 3 tahun, makin tinggi kemungkinannya alami permasalahan perhatian pada umur 7 tahun.

Sebaliknya, melihat acara tv yang berkualitas bisa tingkatkan potensi kognitif anak umur prasekolah. Acara tv yang terbanyak ditelaah adalah Sesame Street yang tunjukkan dampak positif untuk evaluasi bahasa jika dilihat anak umur 3–5 tahun. Jadi perbandingan, riset tunjukkan jika acara tv tanpa ada tujuan pendidikan—seperti film kartun pada umumnya—tidaklah terkait dengan penambahan potensi berbahasa.

Sesudah remaja, beberapa anak yang pada umur prasekolah biasa melihat Sesame Street nyatanya mendapatkan nilai pelajaran yang tambah tinggi, semakin banyak membaca buku, serta lebih bermotivasi untuk mendapatkan prestasi dibanding dengan remaja yang saat berumur prasekolah tidak melihat acara itu.

Lewat tv, beberapa anak serta remaja dapat belajar tentang tingkah laku antikekerasan, empati, toleransi pada orang dari ras atau etnis lain, serta rasa hormat pada orang yang lebih tua.[39] Info mendidik dapat diselipkan dalam program yang terkenal buat remaja, contohnya pendidikan tentang kontrasepsi yang sukses dikerjakan lewat salah satunya episode serial tv Amerika Serikat, Friends.

Tetapi, melihat tv punya potensi memberi efek negatif buat beberapa anak serta remaja, seperti tingkah laku agresif, penyimpangan zat, kegiatan seksual yang beresiko, obesitas, masalah skema makan, serta berkurangnya prestasi di sekolah. Jika di kamar anak ada tv, efek anak alami kelebihan berat tubuh serta peluang anak merokok bertambah, anak jadi kurang membaca serta lakukan hoby yang lain, dan jam tidur anak menyusut.

Pada tahun 2001, Akademi Dokter Anak Amerika mereferensikan beberapa hal untuk menangani kekuatan efek negatif tv buat beberapa anak serta remaja, terhitung keluarkan tv dari kamar anak, menghindari tontonan tv dari anak berumur dibawah 2 tahun, dan menggerakkan orangtua untuk temani anak melihat tv serta memonitor program tv yang dilihat beberapa anak supaya informatif, mendidik, serta tidak berisi kekerasan.

 

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Televisi

Profil DKI Jakarta

Wilayah Spesial Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) ialah ibu kota negara serta kota paling besar di Indonesia. Jakarta adalah hanya satu kota di Indonesia yang mempunyai status satu tingkat propinsi. Jakarta terdapat di pesisir sisi barat laut Pulau Jawa. Dulu pernah diketahui dengan beberapa nama salah satunya Sunda Kelapa, Jayakarta, serta Batavia. Di dunia internasional Jakarta memiliki julukan J-Town,[8] atau lebih terkenal The Big Durian sebab dipandang kota yang sepadan New York City (Big Apple) di Indonesia.

Jakarta mempunyai luas seputar 661,52 km² (lautan: 6.977,5 km²), dengan masyarakat sejumlah 10.374.235 jiwa (2017).[3] Daerah metropolitan Jakarta (Jabodetabek) yang berpenduduk seputar 28 juta jiwa, adalah metropolitan paling besar di Asia Tenggara atau posisi ke-2 di dunia. Lihat: Peta Ibu Kota Jakarta

Jadi pusat usaha, politik, serta kebudayaan, Jakarta adalah tempat berdirinya kantor-kantor pusat BUMN, perusahaan swasta, serta perusahaan asing. Kota ini jadi tempat posisi lembaga-lembaga pemerintahan serta kantor sekretariat ASEAN. Jakarta dilayani oleh dua bandar udara, yaitu Lapangan terbang Soekarno–Hatta serta Lapangan terbang Halim Perdanakusuma, dan tiga pelabuhan laut di Tanjung Priok, Sunda Kelapa, serta Ancol.

Baca : Profil DIY Yogyakarta

Ekonomi Jakarta

Jakarta adalah kota dengan tingkat perkembangan ekonomi yang cukup cepat. Sekarang, lebih dari 70% uang negara tersebar di Jakarta.[19] Perekonomian Jakarta khususnya didukung oleh bidang perdagangan, layanan, property, industri kreatif, serta keuangan. Beberapa sentral perdagangan di Jakarta sebagai tempat rotasi uang lumayan besar ialah lokasi Tanah Abang serta Glodok. Ke-2 lokasi ini semasing jadi pusat perdagangan tekstil dan dengan perputaran ke semua Indonesia. Serta untuk barang tekstil dari Tanah Abang, banyak juga sebagai komoditi export.

Sedang untuk bidang keuangan, yang memberi konstribusi lumayan besar pada perekonomian Jakarta ialah industri perbankan serta pasar modal. Untuk industri pasar modal, pada bulan Mei 2013 Bursa Dampak Indonesia tertera jadi bursa yang memberi keuntungan paling besar, sesudah Bursa Dampak Tokyo.[20] Pada bulan yang sama, kapitalisasi pasar Bursa Dampak Indonesia sudah sampai USD 510,98 miliar atau nomer dua paling tinggi di lokasi ASEAN.

Pada tahun 2012, penghasilan per kapita warga Jakarta sebesar Rp 110,46 juta per tahun (USD 12,270).[22] Sedang untuk golongan menengah atas dengan pendapatan Rp 240,62 juta per tahun (USD 26,735), sampai 20% dari jumlahnya masyarakat. Di sini menetap lebih dari separuh beberapa orang kaya di Indonesia dengan pendapatan minimum USD 100,000 per tahun. Kekayaan mereka khususnya didukung oleh kenaikan harga saham dan property yang cukup relevan. Lihat: Gambar Peta Jawa Timur

Sekarang Jakarta adalah kota dengan tingkat perkembangan harga property elegan yang paling tinggi di dunia, yaitu sampai 38,1%. Tidak hanya tempat tinggal elegan, perkembangan property Jakarta didukung oleh penjualan serta persewaan ruangan kantor. Pada periode 2009-2012, pembangunan gedung-gedung pencakar langit (di atas 150 mtr.) di Jakarta sampai 87,5%.

Ini sudah tempatkan Jakarta jadi salah satunya kota dengan perkembangan pencakar langit paling cepat di dunia. Pada tahun 2020, direncanakan jumlahnya pencakar langit di Jakarta akan sampai 250 unit. Serta saat itu Jakarta sudah mempunyai gedung paling tinggi di Asia Tenggara dengan ketinggian sampai 638 mtr. (The Signature Tower).

Baca: Profil Jawa Barat

Infrastruktur Jakarta

Jadi salah satunya kota metropolitan dunia, Jakarta sudah mempunyai infrastruktur pendukung berbentuk jalan, listrik, telekomunikasi, air bersih, gas, serat optik, lapangan terbang, serta pelabuhan. Sekarang rasio jalan di Jakarta sampai 6,2% dari luas wilayahnya.Tidak hanya jalan protokol, jalan ekonomi, serta jalan lingkungan, Jakarta di dukung oleh jaringan Jalan Tol Lingkar Dalam, Jalan Tol Lingkar Luar, Jalan Tol Jagorawi, serta Jalan Tol Ulujami-Serpong.

Pemerintah merencanakan akan membuat Tol Lingkar Luar step ke-2 yang melingkari kota Jakarta dari Lapangan terbang Soekarno Hatta-Tangerang-Serpong-Cinere-Cimanggis-Cibitung-Tanjung Priok. https://www.peta-hd.com/

Untuk ke kota-kota lain di Pulau Jawa, Jakarta tersambung dengan Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang bersambung dengan Jalan Tol Cipularang ke Bandung serta Jalan Tol Cipali ke Cirebon. Diluar itu ada service kereta api yang pergi dari enam stasiun pemberangkatan di Jakarta. Untuk ke Pulau Sumatra, ada ruas Jalan Tol Jakarta-Merak yang selanjutnya diteruskan dengan service penyeberangan dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Baca: Profil Jawa Tengah

Lingkungan Jakarta

Jakarta adalah salah satunya kota dengan udara terbersih di Indonesia. Salah satunya unsur penentu kesuksesan itu ialah kehadiran lokasi Menteng serta Kebayoran Baru yang asri serta bersih. Tidak hanya Menteng serta Kebayoran Baru, banyak daerah lain di Jakarta yang telah bersih serta teratur. Permukiman ini umumnya ditingkatkan oleh pengembang swasta, serta jadi rumah warga kelas menengah. Pondok Indah, Kelapa Gading, Pulo Mas, serta Cempaka Putih, ialah banyak wilayah permukiman yang bersih serta teratur.

Tetapi di sejumlah daerah lain Jakarta, masih terlihat permukiman kotor yang belum teratur. Permukiman kotor ini berbentuk perkampungan dengan tingkat kepadatan masyarakat lumayan tinggi, dan jumlahnya rumah yang dibuat dengan berhimpitan di gang-gang sempit. Banyak wilayah di Jakarta yang mempunyai kepadatan masyarakat lumayan tinggi diantaranya, Tanjung Priok, Johar Baru, Pademangan, Sawah Besar, serta Tambora. Lihat: Gambar Peta Jawa Tengah

Pemerintahan Jakarta

Basic hukum buat DKI Jakarta ialah Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 29 Tahun 2007, mengenai Pemerintahan Propinsi Wilayah Spesial Ibukota Jakarta jadi ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia. UU ini gantikan UU Nomer 34 Tahun 1999 mengenai Pemerintahan Propinsi Wilayah Spesial Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta dan UU Nomer 11 Tahun 1990 mengenai Formasi Pemerintahan Wilayah Spesial Ibu kota Negara Republik Indonesia Jakarta yang kedua-duanya tidak berlaku .

DKI Jakarta mempunyai status spesial jadi Wilayah Spesial Ibukota satu tingkat propinsi serta di pimpin oleh seseorang gubernur. Berlainan dengan propinsi yang lain, DKI Jakarta cuma mempunyai pembagian di bawahnya berbentuk lima kota administratif serta satu kabupaten administratif, yang bermakna tidak mempunyai perwakilan rakyat tertentu.

 

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Khusus_Ibukota_Jakarta

Profil Provinsi DIY Yogyakarta

Wilayah Spesial Yogyakarta Wilayah Spesial Yogyakarta ialah Wilayah Spesial satu tingkat propinsi di Indonesia yang disebut peleburan Negara Kesultanan Yogyakarta serta Negara Kadipaten Paku Alaman. Wilayah Spesial Yogyakarta terdapat dibagian selatan Pulau Jawa, serta bersebelahan dengan Propinsi Jawa Tengah serta Samudera Hindia.

Wilayah Spesial yang mempunyai luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, serta empat kabupaten, yang terdiri jadi 78 kecamatan, serta 438 desa/kelurahan. Menurut sensus masyarakat 2010 mempunyai populasi 3.452.390 jiwa dengan pembagian 1.705.404 lelaki, serta 1.746.986 wanita, dan mempunyai kepadatan masyarakat sebesar 1.084 jiwa per km2.

Penyebutan nomenklatur Wilayah Spesial Yogyakarta yang begitu panjang memunculkan penyingkatan nomenklatur jadi DI Yogyakarta atau DIY. Wilayah Spesial Yogyakarta seringkali dikaitkan dengan Kota Yogyakarta hingga dengan kurang pas seringkali disebutkan dengan Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta. Walaupun dengan geografis adalah wilayah satu tingkat propinsi paling kecil ke-2 sesudah DKI Jakarta, Wilayah Spesial ini populer pada tingkat nasional, serta internasional, khususnya jadi tempat arah wisata jagoan sesudah Propinsi Bali. Lihat: Peta DIY Yogyakarta

Wilayah Spesial Yogyakarta alami beberapa musibah alam besar terhitung musibah gempa bumi pada tanggal 27 Mei 2006, erupsi Gunung Merapi sepanjang Oktober-November 2010, dan erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur pada tanggal 13 Februari 2014.

Baca: Profil Provinsi Banten

Riwayat Yogyakarta

Sebelum Indonesia merdeka, Yogyakarta adalah wilayah yang memiliki pemerintahan sendiri atau disebutkan Zelfbestuurlandschappen/Wilayah Swapraja, yakni Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat serta Kadipaten Pakualaman. Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dibangun oleh Pangeran Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I pada tahun 1755, sedang Kadipaten Pakualaman dibangun oleh Pangeran Notokusumo (saudara Sultan Hamengku Buwono II) yang bergelar Adipati Paku Alam I pada tahun 1813.

Pemerintah Hindia Belanda mengaku Kasultanan, serta Pakualaman jadi kerajaan dengan hak mengendalikan rumah tangganya sendiri yang dikatakan dalam kontrak politik. Kontrak politik yang paling akhir Kasultanan tertera dalam Staatsblaad 1942 Nomer 47, sedang kontrak politik Pakualaman dalam Staatsblaad 1941 Nomer 577. Keberadaan ke-2 kerajaan itu sudah mendapatkan pernyataan dari dunia internasional, baik pada saat penjajahan Belanda, Inggris, atau Jepang.

Saat Jepang tinggalkan Indonesia, ke-2 kerajaan itu sudah siap jadi satu negara sendiri yang merdeka, komplet dengan skema pemerintahannya (formasi asli), daerah, serta penduduknya. Lihat: Peta Provinsi Banten

Geografi Yogyakarta

DIY terdapat dibagian tengah-selatan Pulau Jawa, dengan geografis terdapat pada 8º 30' - 7º 20' Lintang Selatan, serta 109º 40' - 111º 0' Bujur Timur. Berdasar bentang alam, daerah DIY bisa digolongkan jadi empat unit fisiografi, yakni unit fisiografi Gunungapi Merapi, unit fisiografi Pegunungan Sewu atau Pegunungan Seribu, unit fisiografi Pegunungan Kulon Progo, serta unit fisiografi Dataran Rendah.

Unit fisiografi Gunungapi Merapi, yang terbentang dari mulai kerucut gunung api sampai dataran fluvial gunung api termasuk bentang tempat vulkanik, mencakup Sleman, Kota Yogyakarta serta beberapa Bantul. Wilayah kerucut, serta lereng gunung api adalah wilayah rimba lindung jadi lokasi serapan air wilayah bawahan. Unit bentang alam ini terdapat di Sleman sisi utara. Gunung Merapi yang disebut gunungapi aktif dengan karakter spesial, memiliki daya tarik jadi objek riset, pendidikan, serta pariwisata.

Karts menguasai susunan rupa bumi di daerah Gunungkidul sisi selatan Unit Pegunungan Selatan atau Pegunungan Seribu, yang terdapat di daerah Gunungkidul, adalah lokasi perbukitan batu gamping serta bentang alam karst yang tandus, serta kekurangan air permukaan, dengan sisi tengah adalah cekungan Wonosari yang sudah alami pengangkatan dengan tektonik hingga tercipta jadi Plato Wonosari (dataran tinggi Wonosari). Unit ini adalah bentang alam hasil proses solusional (pelarutan), dengan bahan induk batu gamping, serta memiliki karakter susunan tanah dangkal, serta vegetasi penutup benar-benar jarang-jarang.

Unit Pegunungan Kulon Progo, yang terdapat di Kulon Progo sisi utara, adalah bentang tempat struktural denudasional dengan topografi berbukit, kemiringan lereng terjal, serta kekuatan air tanah kecil.

Unit Dataran Rendah, adalah bentang tempat fluvial (hasil proses pengendapan sungai) yang didominasi oleh dataran aluvial, melintang dibagian selatan DIY, dari mulai Kulon Progo sampai Bantul yang bersebelahan dengan Pegunungan Seribu. Unit ini adalah wilayah yang subur. Terhitung dalam unit ini ialah bentang tempat marin serta eolin yang belum didayagunakan, adalah daerah pantai yang terbentang dari Kulon Progo sampai Bantul. Spesial bentang tempat marin serta eolin di Parangtritis Bantul, yang populer dengan gumuk pasirnya, adalah laboratorium alam untuk analisis bentang alam pantai.

Baca: Profil Provinsi Jawa Timur

Masyarakat Yogyakarta

Pergerakan perkembangan masyarakat di DIY di antara 2003-2007 sekitar 135.915 jiwa atau kenaikan rata-rata pertahun sebesar 1,1%. Usia Keinginan Hidup (UHH) masyarakat di DIY tunjukkan cenderung yang bertambah dari 72,4 tahun pada tahun 2002 jadi 72,9 tahun pada tahun 2005. Dilihat dari bagian distribusi masyarakat menurut umur, kelihatan cenderung yang makin bertambah pada masyarakat umur di atas 60 tahun. Peta Pulau

Pembagian distribusi masyarakat berdasar umur produktif mempunyai karena pada bidang tenaga kerja. Angkatan kerja di DIY pada 2010 sebesar 71,41%. Di bidang ekonomi yang menyerap tenaga kerja terbesar ialah bidang pertanian selanjutnya diikuti bidang jasa-jasa yang lain. Bidang yang mungkin ditingkatkan yakni bidang pariwisata, bidang perdagangan, serta industri khususnya industri kecil menengah dan kerajinan. Pengangguran di DIY jadi masalah sosial yang cukup serius sebab ciri-ciri pengangguran DIY tersangkut beberapa tenaga-tenaga profesional dengan tingkat pendidikan tinggi.

Salah satunya langkah untuk menangani permasalahan kependudukan, serta ketenagakerjaan dengan membuat program transmigrasi. Penerapan pemberangkatan transmigran asal DIY sampai pada tahun 2008 lewat program transmigrasi beberapa 76.495 KK atau 274.926 jiwa. Dilihat dari skema transmigrasi telah menggambarkan keterlibatan, serta keswadayaan warga, lewat Transmigrasi Umum (TU), Transmigrasi Swakarsa Berbantuan (TSB) serta Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM). Untuk pensebarannya telah meliputi hampir semua propinsi. Rasio jumlahnya tansmigran swakarsa mandiri pada 2010 sampai 20% dari keseluruhan transmigran yang diberangkatkan.

Baca: Profil Jakarta

Pendidikan di Yogyakarta

Penebaran sekolah untuk tahap SD/MI sampai Sekolah Menengah telah rata, serta mencapai semua daerah sampai ke pelosok desa. Jumlahnya SD/MI yang berada di DIY pada tahun 2008 ialah beberapa 2.035, SMP/MTs/SMP Terbuka beberapa 529, serta SMA/MA/SMK beberapa 381 sekolah negeri atau swasta. Tersedianya ruangan belajar bisa disebutkan telah mencukupi dengan rasio siswa per kelas untuk SD/MI: 22, SMP/MTs: 33, SMA/MA/SMK: 31. Lihat: Peta Provinsi Jawa Barat

Sedang tingkat tersedianya guru di DIY lumayan memadai dengan rasio siswa per guru untuk SD/MI: 13, SMP/MTs: 11, SMA/MA/SMK: 9. Untuk tahun 2010 pembinaan guru tahap SD/MI sekitar 3.900 guru sudah penuhi kwalifikasi dari keseluruhan 24.093 guru. Tahap SMP/MTs sekitar 3.939 guru sudah penuhi kwalifikasi dari keseluruhan 12.971 guru. Serta untuk SMA/MA sekitar 4.826 guru sudah penuhi kwalifikasi dari keseluruhan 15.067 guru[5].

Beberapa lulusan tahap SD/MI biasanya bisa meneruskan ke SMP/MTs, searah kebijaksanaan Harus Belajar Pendidikan Basic 9 Tahun yang ditargetkan pemerintah. Pada tahun 2010, angka kelulusan SD/MI sampai 96,47%, SMP/MTs sampai 81,84% serta SMA/MA/SMK sebesar 88,98%. Sedang angka putus sekolah pada tahun yang sama sebesar 0,07% untuk SD/MI; 0,17% untuk SMP/MTs; serta 0,44% untuk SMA/MA/SMK[.

Selain itu jumlahnya perguruan tinggi di DIY baik negeri, swasta atau kedinasan semuanya sekitar 136 lembaga dengan perincian 21 kampus, 5 institut, 41 sekolah tinggi, 8 politeknik serta 61 akademi yang diasuh oleh 9.736 dosen.

 

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Daerah_Istimewa_Yogyakarta

Profil Provinsi Riau

Riau ialah satu propinsi di Indonesia yang terdapat dibagian tengah pulau Sumatra. Propinsi ini terdapat dibagian tengah pantai timur Pulau Sumatra, yakni di selama pesisir Selat Melaka. Sampai tahun 2004, propinsi ini mencakup Kepulauan Riau, sekumpulan besar pulau-pulau kecil (pulau-pulau terutamanya diantaranya Pulau Batam serta Pulau Bintan) yang terdapat di samping timur Sumatra serta samping selatan Singapura. Kepulauan ini dimekarkan jadi propinsi tertentu pada Juli 2004. Ibu kota serta kota paling besar Riau ialah Pekanbaru. Kota besar yang lain diantaranya Dumai, Selatpanjang, Bagansiapiapi, Bengkalis, Bangkinang, Tembilahan, serta Rengat.

Riau sekarang ini adalah satu diantara propinsi paling kaya di Indonesia, serta sumber dayanya didominasi oleh sumber alam, khususnya minyak bumi, gas alam, karet, kelapa sawit serta perkebunan serat. Tapi, penebangan rimba yang menjalar sudah kurangi luas rimba dengan relevan, dari 78% pada 1982 jadi cuma 33% pada 2005.[5] Rata-rata 160,000 hektare rimba habis ditebang tiap tahun, tinggalkan 22%, atau 2,45 juta hektare pada tahun 2009.[6] Deforestasi dengan arah pembukaan kebun-kebun kelapa sawit serta produksi kertas sudah mengakibatkan kabut asap yang begitu mengganggu di propinsi ini sepanjang sekian tahun, serta menyebar ke beberapa negara tetangga seperti Malaysia serta Singapura. Lihat: Peta Provinsi Sumatera Selatan

Asal Saran Riau

Ada tiga peluang asal kata riau sebagai nama propinsi ini. Pertama, dari kata Portugis, rio bermakna sungai.[7][8] Pada tahun 1514, ada satu ekspedisi militer Portugis yang mencari Sungai Siak, dengan arah mencari tempat satu kerajaan yang dipercaya mereka ada di lokasi itu, serta sekaligus juga memburu pengikut Sultan Mahmud Syah yang melarikan diri sesudah kejatuhan Kesultanan Malaka.

Vs ke-2 mengatakan jika riau datang dari kata riahi yang bermakna air laut. Kata ini disangka datang dari tokoh Sinbad al-Bahar dalam kitab Seribu Satu Malam, serta vs ke-3 mengatakan jika kata ini datang dari pembicaraan warga ditempat, diambil dari kata rioh atau bising, yang bermakna ramai, hiruk pikuk orang kerja. Kemungkinan besar nama ini memang datang dari penamaan rakyat ditempat, yakni orang Melayu yang hidup di wilayah Bintan, yang sekarang masuk daerah Kepulauan Riau. Nama itu peluang sudah mulai populer sejak Raja Kecik mengalihkan pusat kerajaan Melayu dari Johor ke Ulu Riau pada tahun 1719.

Geografi Propinsi Riau

Luas daerah propinsi Riau ialah 87.023,66 km², yang membentang dari lereng Bukit Barisan sampai Selat Malaka. Riau mempunyai iklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan sekitar di antara 2000-3000 milimeter per tahun, dan rata-rata hujan per tahun seputar 160 hari. Lihat: Peta Provinsi Sumatera Barat

Sumber daya alam

Propinsi ini mempunyai sumber daya alam, baik kekayaan yang terdapat di perut bumi, berbentuk minyak bumi serta gas, dan emas, atau hasil rimba serta perkebunannya. Bersamaan dengan diberlakukannya otonomi wilayah, dengan setahap mulai diaplikasikan skema buat hasil atau perimbangan keuangan di antara pusat dengan wilayah. Ketentuan baru ini memberikan batasan tegas tentang keharusan penanam modal, pemakaian sumber daya, serta buat hasil dengan sekitar lingkungan.

Kependudukan

Jumlahnya masyarakat propinsi Riau berdasar pada data Tubuh Pusat Statistik Propinsi Riau tahun 2010 sebesar 5.543.031 jiwa. Kabupaten/Kota yang mempunyai jumlahnya masyarakat paling banyak ialah Kota Pekanbaru dengan jumlahnya masyarakat 903.902 jiwa, sedang Kabupaten/Kota dengan jumlahnya masyarakat paling kecil ialah Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu sebesar 176.371 jiwa.

Baca juga: Profil Sumatera Selatan

Suku Bangsa

Masyarakat propinsi Riau terbagi dalam berbagai macam suku bangsa. Berdasar pada Sensus Masyarakat tahun 2010 tunjukkan jika Suku Melayu adalah warga paling besar dengan formasi 33.20% dari semua masyarakat Riau. Mereka biasanya datang dari wilayah pesisir di Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, sampai ke Pelalawan, Siak, Inderagiri Hulu serta Inderagiri Hilir.

Suku bangsa yang lain yakni Jawa (29.20%), Batak (12.55%), Minangkabau (12.29%), Banjar (4.13%), Bugis (1.94%), Tionghoa (1.85%), Suku Sunda 1.41%, Nias 1.29% serta Suku Yang lain 2.14%. Ada pula warga asli Riau bersuku rumpun Minangkabau khususnya yang datang dari wilayah Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, serta beberapa Inderagiri Hulu. warga Mandailing di Rokan Hulu, yang lebih akui jadi Melayu dibanding jadi Minangkabau atau Batak.

Era ke-19, warga Banjar dari Kalimantan Selatan serta Bugis dari Sulawesi Selatan, memulai banyak yang datang ke Riau. Mereka banyak menetap di Kabupaten Indragiri Hilir terutamanya Tembilahan. Di bukanya perusahaan pertambangan minyak Caltex pada tahun 1940-an di Rumbai, Pekanbaru, menggerakkan beberapa orang dari semua Nusantara untuk mengadu nasib di Riau. Lihat: Peta Provinsi Sumatera Utara

Suku Jawa serta Sunda biasanya banyak ada pada lokasi transmigran. Sesaat etnis Minangkabau biasanya jadi pedagang serta banyak menetap pada lokasi perkotaan seperti Pekanbaru, Bangkinang, Duri, serta Dumai.

Begitupun orang Tionghoa biasanya sama juga dengan etnis Minangkabau yakni jadi pedagang serta menetap terutamanya di Pekanbaru, dan banyak pula ada pada lokasi pesisir timur seperti di Bagansiapiapi, Selatpanjang, Pulau Rupat serta Bengkalis.

Diluar itu di propinsi ini masih ada beberapa kumpulan warga asli yang tinggal di pedalaman serta tepi sungai, seperti Orang Sakai, Suku Akit, Suku Talang Mamak, serta Suku Laut.

Bahasa di Propinsi Riau

Bahasa pengantar warga propinsi Riau biasanya memakai Bahasa Melayu serta Bahasa Indonesia. Bahasa Melayu biasanya dipakai di beberapa daerah pesisir seperti Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai, Pelalawan, Siak, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir serta di seputar pulau-pulau.

Bahasa Minang dengan luas dipakai oleh masyarakat di propinsi ini, khususnya oleh beberapa oleh masyarakat asli di wilayah Kampar, Kuantan Singingi, serta Rokan Hulu yang berbudaya serumpun Minang dan beberapa pendatang asal Sumatra Barat. Diluar itu Bahasa Hokkien ada banyak dipakai di kelompok warga Tionghoa, khususnya yang menetap di Pekanbaru, Selatpanjang, Bengkalis, serta Bagansiapiapi.

Dalam rasio yang lumayan besar dijumpai penutur Bahasa Jawa yang dipakai oleh keturunan beberapa pendatang asal Jawa yang sudah menetap di Riau semenjak waktu penjajahan dulu, dan oleh beberapa transmigran dari Pulau Jawa pada saat sesudah kemerdekaan. Selain itu banyak juga penutur Bahasa Batak di kelompok pendatang dari Propinsi Sumatra Utara.

Baca juga: Profil Sumatera Utara

Agama di Propinsi Riau

Disaksikan dari formasi masyarakat propinsi Riau yang penuh kemajemukan dengan latar sosial budaya, bahasa, serta agama yang berlainan, pada intinya adalah asset buat wilayah Riau sendiri. Agama-agama yang diyakini masyarakat propinsi ini begitu bermacam, salah satunya Islam, Kristen Protestan, Kristen Katolik, Hindu, Buddha, serta Konghucu.

Pemeluk agama Islam 85,94% yang biasanya diyakini etnis Melayu, Jawa, Minangkabau, Banjar, Bugis, Sunda, serta sebagaian Batak. Kristen Protestan sekitar 10,09% serta Katolik 1,75% yang umumnya datang dari etnis Batak (Terutamanya Batak Toba, Karo serta Simalungun), serta etnis Nias, serta beberapa diyakini etnis Tionghoa serta masyarakat dari Indonesia Timur serta Minahasa. Lalu agama Buddha 1,94% serta Konghucu 0,06% yang datang dari etnis Tionghoa. Serta seputar 0,21% memeluk agama Hindu yang datang dari Bali.

Baca juga: Profil Sumatera Barat

Beberapa fasilitas serta prasarana peribadatan buat warga Riau telah ada di propinsi ini, seperti Mesjid Agung An-nur (Mesjid Raya di Pekanbaru), Masjid Agung Pasir Pengaraian, serta Masjid Raya Rengat buat kaum muslim. Buat umat Katolik/Protestan salah satunya ada Gereja Santa Maria A Fatima, Gereja HKBP di Pekanbaru, GBI Dumai, Gereja Kalam Kudus di Selatpanjang, Gereja Katolik Santo Petrus serta Paulus di Bagansiapiapi, Gereja Methodist (Jemaat Wesley) di Bagansiapiapi.

Buat umat Buddha/Tridharma ada Vihara Dharma Loka, Vihara Dhamma Metta Arama, serta Cetiya Tri Ratna di Pekanbaru; Vihara Sejahtera Sakti di Selatpanjang; Kelenteng Ing Hok Kiong, Vihara Buddha Sasana, Vihara Buddha Sakyamuni di Bagansiapiapi. Buat Umat Hindu ialah Pura Agung Jagatnatha di Pekanbaru.

Sumber referensi: https://id.wikipedia.org/wiki/Riau

Profil Sumatera Barat

Sumatra Barat (dipersingkat Sumbar) ialah satu propinsi di Indonesia yang terdapat di Pulau Sumatra dengan Padang jadi ibu kotanya. Propinsi Sumatra Barat terdapat selama pesisir barat Sumatra sisi tengah, dataran tinggi Bukit Barisan di samping timur, serta beberapa pulau di terlepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, propinsi dengan daerah seluas 42.297,30 km² ini bersebelahan dengan empat propinsi, yaitu Sumatra Utara, Riau, Jambi, serta Bengkulu.

Sumatra Barat ialah rumah buat etnis Minangkabau, meskipun daerah tradisi Minangkabau sendiri lebih luas dari daerah administratif Propinsi Sumatra Barat sekarang ini. Propinsi ini berpenduduk sekitar 4.846.909 jiwa dengan sebagian besar beragama Islam. Propinsi ini terbagi dalam 12 kabupaten serta 7 kota dengan pembagian daerah administratif setelah kecamatan di semua kabupaten (terkecuali Kabupaten Kepulauan Mentawai) diberi nama jadi nagari. Baca: Peta Provinsi di Sumatera

Baca juga: Profil Provinsi Bengkulu

Riwayat Sumatera Barat

Tempat tinggal gubernur Westkust van Sumatra atau "pantai barat Sumatra" (litografi berdasar pada lukisan oleh Josias Cornelis Rappard, 1883-1889)
Nama Propinsi Sumatra Barat berawal pada jaman Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), dimana panggilan daerah untuk lokasi pesisir barat Sumatra ialah Hoofdcomptoir van Sumatra's westkust.

Lalu dengan makin kuatnya dampak politik serta ekonomi VOC, sampai era ke 18 daerah administratif ini sudah mencangkup lokasi pantai barat Sumatra dari mulai Barus sampai Inderapura.

Baca juga: Profil Provinsi Riau

Bersamaan dengan kejatuhan Kerajaan Pagaruyung, serta keterkaitan Belanda dalam Perang Padri, pemerintah Hindia Belanda mulai jadikan lokasi pedalaman Minangkabau jadi sisi dari Pax Nederlandica, lokasi yang ada dalam pengawasan Belanda, serta daerah Minangkabau ini dibagi atas Residentie Padangsche Benedenlanden serta Residentie Padangsche Bovenlanden.

Seterusnya dalam perubahan administrasi pemerintahan kolonial Hindia Belanda, wilayah ini terhimpun dalam Gouvernement Sumatra's Westkust, termasuk juga di dalamnya daerah Residentie Bengkulu yang baru diberikan Inggris pada Belanda. Lalu diperluas dengan masukkan Tapanuli serta Singkil. Tetapi pada tahun 1905, daerah Tapanuli dinaikkan statusnya jadi Residentie Tapanuli, sedang daerah Singkil diserahkan kepada Residentie Atjeh. Lihat: Peta Aceh

Lalu pada tahun 1914, Gouvernement Sumatra's Westkust, di turunkan statusnya jadi Residentie Sumatra's Westkust, serta memberikan tambahan daerah Kepulauan Mentawai di Samudera Hindia ke Residentie Sumatra's Westkust, dan pada tahun 1935 daerah Kerinci dipadukan ke Residentie Sumatra's Westkust. Saat pemecahan Gouvernement Sumatra's Oostkust, daerah Rokan Hulu serta Kuantan Singingi diserahkan kepada Residentie Riouw, dan dibuat Residentie Djambi pada periode yang hampir bertepatan.

Pada saat pendudukan tentara Jepang, Residentie Sumatra's Westkust beralih nama jadi Sumatora Nishi Kaigan Shu. Atas basic geostrategis militer, wilayah Kampar dikeluarkan dari Sumatora Nishi Kaigan Shu serta dimasukkan ke daerah Rhio Shu.

Baca juga: Profil Sumatera Utara

Pada awal kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, daerah Sumatra Barat terhimpun dalam propinsi Sumatra yang berpusat di Bukittinggi. Empat tahun lalu, Propinsi Sumatra dipecah jadi tiga propinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Tengah, serta Sumatra Selatan.

Sumatra Barat bersama Riau serta Jambi adalah sisi dari keresidenan di Propinsi Sumatra Tengah. Pada saat PRRI, berdasar pada Undang-undang darurat nomer 19 tahun 1957, Propinsi Sumatra Tengah dipecah jadi tiga propinsi yaitu Propinsi Sumatra Barat, Propinsi Riau, serta Propinsi Jambi.

Daerah Kerinci yang awalnya terhimpun dalam Kabupaten Pesisir Selatan Kerinci, dipadukan ke Propinsi Jambi jadi kabupaten tertentu. Begitupun daerah Kampar, Rokan Hulu, serta Kuantan Singingi diputuskan masuk ke daerah Propinsi Riau.

Seterusnya ibu kota propinsi Sumatra Barat yang baru ini masih di Bukittinggi. Lalu berdasar pada Surat Ketetapan Gubernur Sumatra Barat No. 1/g/PD/1958, tanggal 29 Mei 1958 ibu kota propinsi dipindahkan ke Padang. Peta Kepulauan Riau

Geografi Sumatera Barat

Sumatra Barat terdapat di pesisir barat dibagian tengah pulau Sumatra yang terbagi dalam dataran rendah di pantai barat serta dataran tinggi vulkanik yang dibuat oleh Bukit Barisan. Propinsi ini mempunyai daratan seluas 42.297,30 km² yang sama dengan 2,17% luas Indonesia.

Dari luas itu, lebih dari 45,17% adalah lokasi yang masih tertutupi rimba lindung. Garis pantai propinsi ini semuanya bersentuhan dengan Samudera Hindia selama 2.420.357 km dengan luas perairan laut 186.580 km². Kepulauan Mentawai yang terdapat di Samudera Hindia termasuk juga dalam propinsi ini.

Seperti wilayah yang lain di Indonesia, iklim Sumatra Barat pada umumnya berbentuk tropis dengan suhu hawa yang lumayan tinggi, yakni di antara 22,6 °C sampai 31,5 °C. Propinsi ini dilewati oleh Garis khatulistiwa, persisnya di Bonjol, Pasaman.

Di propinsi ini berhulu beberapa sungai besar yang bersumber ke pantai timur Sumatra seperti Batang Hari, Siak, Inderagiri (dikatakan sebagai Batang Kuantan dibagian hulunya), serta Kampar. Sesaat sungai-sungai yang bersumber ke pesisir barat ialah Batang Anai, Batang Arau, serta Batang Tarusan.

Baca juga: Profil Sumatera Selatan

Ada 29 gunung yang menyebar di 7 kabupaten serta kota di Sumatra Barat, dengan Gunung Kerinci di kabupaten Solok Selatan jadi gunung paling tinggi, yang sampai ketinggian 3.085 m. Tidak hanya Gunung Kerinci, Sumatra Barat mempunyai gunung aktif yang lain, seperti Gunung Marapi, Gunung Tandikat, serta Gunung Talang. Tidak hanya gunung, Sumatra Barat mempunyai banyak danau.

Danau terluas ialah Singkarak di kabupaten Solok serta kabupaten Tanah Datar, disusul Maninjau di kabupaten Agam. Dengan luas sampai 130,1 km², Singkarak jadi danau terluas ke-2 di Sumatra serta kesebelas di Indonesia. Danau yang lain ada di kabupaten Solok yakni Danau Talang serta Danau Kembar (julukan dari Danau Diatas serta Danau Di bawah).

Sumatra Barat adalah satu diantara wilayah riskan gempa di Indonesia. Ini karena disebabkan terletak yang ada pada jalan patahan Semangko, pas antara pertemuan dua lempeng benua besar, yakni Eurasia serta Indo-Australia. Peta Lampung

Oleh karena itu, daerah ini seringkali alami gempa bumi. Gempa bumi besar yang berlangsung belakangan ini di Sumatra Barat salah satunya ialah Gempa bumi 30 September 2009 serta Gempa bumi Kepulauan Mentawai 2010.

Sumber Referensi : https://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra_Barat